Home / Berita Indodax  / Harga Bitcoin Diprediksi akan Tembus Angka $1,645 pada Maret 2017

Harga Bitcoin Diprediksi akan Tembus Angka $1,645 pada Maret 2017

Terkait melonjaknya harga Bitcoin pada minggu pertama di bulan Maret 2017, muncul spekulasi bahwa harga Bitcoin akan tembus pada angka $1.645, yang turut dipicu dengan keputusan dari Securities and Exchange Commision nanti apabila menyetujui peraturan terkait penelitian Winklevoss Bitcoin ETF setelah hampir empat tahun menunggu. Adapun efek dari keputusan positif tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja Bitcoin, yakni sebagai berikut:

  1. Keuntungan Meningkat Hingga 68%

            Perusahaan analisis Needham & Company sempat menegaskan sebelumnya bahwa kemungkinan disetujuinya Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin milik Winklevoss bersaudara adalah 25%. Dengan disetujuinya ETF, masyarakat bisa lebih mudah berinvestasi atau berdagang Bitcoin, sehingga akan ada 300 juta dolar AS mengalir ke dalam bursa Bitcoin dalam 1 minggu pertama saja. Willy Woo, selaku analis pasar cryptocurrency, juga menyatakan tingkat probabilitas persetujuan Bitcoin ETF sekitar 25%. Analisis kuantitatif dan perusahaan riset, Emerita Capital, ikut pula menyuarakan pendapatnya bahwa kesempatan Bitcoin ETF disetujui adalah 35%, selebihnya 65% adalah kemungkinan penolakan. Kondisi tersebut membangun prediksi harga Bitcoin akan mencapai $1.645,45 atau meningkat sekitar 67,8 persen.

  1. Kemungkinan Ketidaksiapan Pasar di Cina

            Bitcoin ETF pertama yang berbasis di AS bisa disetujui, diasumsikan terjadi ketika dua Bitcoin Exchange besar di dunia (Huobi dan OKCoin) kembali membuka pelayanan kepada pengguna dalam melakukan penarikan Bitcoin mereka, yaitu setelah pengaplikasian sistem yang sejalan dengan prosedur KYC dan AML berhasil diterapkan. Menurut Spencer Bogart dari Needham & Company, peningkatan pelayanan yang dilakukan secara berkala tersebut merupakan nilai tambah untuk persetujuan Bitcoin ETF dalam rangka menyebarluaskan layanan trading Bitcoin agar lebih merata secara geografis di seluruh dunia. Namun, mengingat ETF memiliki sejarah panjang dalam menembus daerah baru untuk investasi Bitcoin, dan teknologi Bitcoin belum dimanfaatkan secara maksimal, kondisi ini akan tampak jelas bagi para user di Cina bahwa mereka tidak siap menjadi penggerak utama yang akan mendatangkan keuntungan dalam penggunaan teknologi Bitcoin.

  1. Dolar Menguat

Tak bisa dipungkiri bahwa transaksi Bitcoin dalam dolar AS telah meroket akhir-akhir ini, bahkan sebelum serangkaian regulasi diterapkan oleh bursa di Cina, dan harga jual relatif stabil di angka $1.000 meskipun tidak sepenuhnya bursa besar di Cina berpartisipasi. Awal keuntungan para pengguna Bitcoin akan terus berlanjut dengan transaksi dolar AS pada saat dimulainya operasi ETF, yang diimbangi dengan pengalaman para user dan seberapa lama mereka fokus pada pasar Bitcoin.

  1. Shorting Bitcoin

Shorting Bitcoin merupakan praktek umum. Dengan sekian banyak ETF yang beroperasi di seputar dunia Bitcoin, bisa mencegah atau memudahkan praktek tersebut dilanjutkan. Hal tersebut juga bisa memengaruhi harga Bitcoin. Needham & Company mengamati akan terjadi sedikit kerugian terhadap harga Bitcoin apabila ETF ditolak, sementara Emerita Capital menargetkan harga Bitcoin mencapai $3.678 jika ETF disetujui pada tahun 2017.

Terkait pemberitaan di atas, kenaikan harga Bitcoin merupakan nilai positif dari teknologi Bitcoin, dan bukti bahwa Bitcoin semakin diminati masyarakat di dunia. Pandangan tersebut bertolak pada salah satu sifat harga Bitcoin yang juga bergantung pada hukum permintaan dan penawaran. Dimana semakin banyak permintaan maka harga juga semakin meningkat. Bitcoin memiliki kekuatan tersendiri untuk bertahan pada setiap faktor fundamental yang beredar, yaitu saat harga menurun karena pemberitaan negatif, kita bisa memanfaatkannya dengan membeli, dan saat harga naik karena pemberitaan yang positif, kita bisa memanfaatkan momen itu dengan menjual. Dengan demikian keuntungan menggunakan Bitcoin bisa dinikmati dalam setiap kondisi. Bagi Anda yang mungkin baru mengenal Bitcoin di saat harga sedang tinggi dan merasa berat untuk membelinya, Anda bisa segera menepis kekhawatiran tidak bisa membeli Bitcoin. Di www.Indodax.com kita bisa membeli Bitcoin dengan harga minimal Rp. 1.000 saja. Anda tidak perlu bingung mengeluarkan kocek yang banyak untuk bisa memiliki Bitcoin ketika harga melonjak naik.

Teknologi Blockchain yang terkandung dalam Bitcoin juga terbukti memiliki kekuatan tersendiri, sehingga beberapa teknologi dikembangkan dengan menggunakan platform Bitcoin. Sebagai contoh yang terjadi di tahun 2016, dimana  MIT Media Lab meluncurkan perangkat lunak berlisensi open source yang dapat digunakan untuk membuat, menampilkan, dan memverifikasi sertifikat elektronik dengan memanfaatkan teknologi Bitcoin.

 

 

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/bitcoin-price-will-surge-to-1645-in-march-if-winklevoss-etf-gets-green-light-research

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

 

PERHATIAN Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.