Home / Tutorial  / Bitcoin is BETTER than gold: PART II

Bitcoin is BETTER than gold: PART II

 

Selamat datang di Tutorial Bitcoin! Melanjutkan diskusi kita di artikel sebelumnya yang berjudul “Bitcoin VS Emas: Mana yang lebih baik?“, sekarang kita akan membahas alasan-alasan yang menyebabkan mengapa Bitcoin itu sebenarnya lebih baik dari emas. Bagian pertama sudah dibahas di post kami sebelumnya, kalau Anda melewatkannya, klik disini ya.

Dapat disimpan dan dibawa dalam Smartphone, PC, atau cloud

Ketika kita membeli emas, tentu kita harus memikirkan dimana tempat aman untuk menyimpannya. Bila di brankas, Anda akan kesulitan membawanya. Bila dibawa di dalam tas, potensi barang tersebut untuk hilang menjadi sangat besar. Sekalinya emas itu hilang, Anda harus merelakan ratusan atau jutaan Rupiah karena tidak ada program back-up untuk mendapatkannya kembali.

Bitcoin tidaklah seperti itu.

Tidak perlu repot membeli brankas besi, Bitcoin dapat Anda simpan di dalam smartphone yang Anda gunakan saat ini. Anda hanya perlu masuk ke Google Play Store (android) atau App Store (iOS) dan ketik ‘Bitcoin Wallet’ di dalam kotak pencarian. Disana Anda akan menemukan berbagai dompet Bitcoin yang dapat Anda instal di smartphone Anda, seperti: Blockchain, Airbitz, Copay, Xapo, dll. Instal dompetnya, buka aplikasinya dan ikuti petunjuknya. Mungkin Anda akan diminta mengisi e-mail dan kata sandi untuk membuat dompet. Gunakan e-mail dan kata sandi yang belum pernah digunakan di sosial media lainnya untuk keamanan Anda, dan jangan pernah gunakan identitas seperti nama atau tanggal lahir sebagai kata sandi Anda.

Apa yang terjadi bila smartphone Anda hilang? Saya turut prihatin bila hal ini terjadi pada iPhone 7 Anda, namun saya bisa jamin Bitcoin Anda tidak akan hilang selama Anda memback-upnya dengan baik. Metode back up dompet Bitcoin ada berbagai macam bentuknya, mulai dari paper wallet, e-mail yang terenkripsi, hingga penyimpanan via desktop yang tidak terhubung dengan Internet. Katakanlah Anda telah mem-back up dompet Anda menggunakan paper wallet dan kini dompet Bitcoin Anda yang tersimpan di smartphone hilang bersamaan dengan iPhone 6 Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mendownload ulang aplikasi tersebut di smartphone/tab Anda yang lain, dan scan QR Code private key yang tertulis di paper wallet Anda. Bila tidak ada perangkat lain yang bisa Anda gunakan, coba gunakan bantuan Google untuk membuat dompet Bitcoin baru secara online. Ketika dompet Anda sudah terbuat, cukup masukkan kode private key Anda dan semua Bitcoin yang Anda punya akan secara otomatis berpindah ke dompet yang baru.

Bitcoin, dibandingkan emas, tentunya menjadi lebih mudah dan aman untuk dibawa kemanapun yang Anda mau. Tidak seperti emas yang harus dijual terlebih dahulu ke mata uang lokal bila ingin digunakan untuk berbelanja, Bitcoin dapat digunakan langsung sebagai alat pembayaran di ratusan ribu merchant yang terima Bitcoin di dunia, termasuk Rakuten, Overstock dan Expedia.

Dapat dipindahkan kemana saja dan darimanapun dalam hitungan detik

Emas adalah sarana penyimpanan kekayaan yang bagus namun salah satu kelemahan terbesarnya adalah: emas tidak dapat dipindahkan dengan mudah.

Bayangkan kasus seperti ini: saat ini Anda sedang bekerja di London dan atas alasan tertentu, Anda menyimpan kekayaan Anda dalam bentuk emas. Adik Anda yang sedang berada di Indonesia mengalami kecelakaan parah yang membutuhkan biaya operasi ratusan juta Rupiah. Saat itu hari sabtu dan di London sudah jam 2 dini hari. Uang Anda masih dalam bentuk emas dan Anda tidak bisa menukarkannya ke Poundsterling untuk dikirimkan ke keluarga Anda di Indonesia. Bila Anda kirimkan dalam bentuk emas, akan butuh waktu berhari-hari untuk sampai di Nusantara. Biaya yang dikeluarkan pun akan berkali-kali lipat lebih besar sebagai jaminan agar emas Anda sampai dengan aman di tangan penerima. Apakah ini solusi terbaik yang bisa Anda lakukan?

Saya yakin Anda saat ini setidaknya memiliki satu akun sosial media yang Anda gunakan untuk mengirim pesan ke keluarga atau sahabat Anda, entah itu via Facebook, WhatsApp, Line atau Twitter. Rasanya tidak perlu saya bahas lagi disini bagaimana mudahnya kita bisa mengirimkan pesan dari Indonesia ke teman kita yang sedang berwisata di Australia melalui salah satu sosial media tersebut. Pesan darinya juga akan kita terima secara instan, tidak peduli kapan dan darimana dia mengirimkannya (mungkin dia sedang chatting dengan Anda pada jam 2 pagi dari kamar mandi? who knows).

Yang pasti, dengan situs-situs dan aplikasi sosial media ini, pengiriman pesan, gambar, video maupun data, semua bisa terjadi dengan mudah. Lebih hebatnya lagi, semuanya gratis! Bayangkan bila Anda harus berkomunikasi dengan teman Anda di London menggunakan secarik kertas dan pena? Apakah Anda bisa langsung terima balasan pesannya? Apakah Anda bisa mengirimkan suratnya jam 2 pagi? Apakah Anda bisa mengirimkan pesannya dari kamar Anda?

Lalu, apa hubungannya dengan Bitcoin? Bitcoin sama persis dengan topik yang sebelumnya saya bicarakan, namun kata ‘pesan’ disini kita ubah menjadi ‘Bitcoin’ (atau dalam kata lain: uang), dan aplikasi “sosial media” kita ubah menjadi “dompet Bitcoin”. Tidak seperti emas, Bitcoin bisa dikirimkan kemana saja dalam hitungan detik, kapanpun dan darimanapun yang Anda mau. Ya, sama persis seperti ketika Anda chatting via WhatsApp! Pengiriman uang dengan Bitcoin bisa terjadi hanya dengan modal sebuah smartphone dan koneksi internet. Biaya pengiriman pun bisa dihilangkan sampai gratis, namun untuk mempercepat transaksi, biasanya dompet Bitcoin Anda akan memotong biaya sekitar 500 – 3,000 rupiah, tidak peduli berapa jumlah uang yang dikirimkan.

Tak perlu bayar untuk keamanan ekstra

Seperti yang sempat kita singgung sebelumnya, emas sulit untuk dipindahkan karena tingkat keamanannya perlu dijamin dengan pasti. Anda tidak mungkin mengirimkan 100 gram emas dalam sebuah amplop bukan? Bayangkan bila Anda memiliki 50 kg bongkahan emas 24 karat yang ingin Anda pindahkan dari Swiss ke Indonesia. Mungkin Anda perlu menyewa beberapa bodyguard pribadi untuk itu.

Bitcoin sangat, sangat, sangat mudah untuk diamankan dan biayanya gratis. Ketika Anda membuat sebuah dompet Bitcoin, Anda akan secara otomatis memiliki sebuah public key dan private key. Public key adalah sebuah rentetan huruf dan angka yang dapat Anda bayangkan sebagai sebuah nomor rekening bank. Contoh public key: 1FP1toj2osvcV2EWjEf7SwyPCRuwTr2dTL

Nomor ini dapat Anda berikan ke siapapun dalam bentuk tulisan maupun QR Code untuk menerima Bitcoin. Bahkan ada kasus dimana seorang mahasiswa memperoleh sekitar 300 juta Rupiah dalam bentuk Bitcoin berkat poster berisi public key miliknya yang ia bawa ke acara kampus tersorot oleh ESPN. Fotonya tersebar ke seluruh dunia melalui siaran tv tersebut dan dalam waktu singkat, dia berhasil memperoleh begitu banyak donasi dari komunitas. Hal ini bisa terjadi karena ketika mengirimkan Bitcoin, pengirim hanya perlu meng-scan QR Code public key penerima saja.

Sebuah public key akan terhubung dengan satu private key. Private key adalah rentetan huruf dan angka yang sangat perlu Anda rahasiakan. Anggaplah private key sebagai pin ATM Anda. Contoh private key: 5HpHagT65TZzG1pH3CSu63k8DbpvD8s5ip4nEB3kEsrfuuNUQgn

Hal terburuk yang bisa terjadi bila public key atau nomor rekening bank Anda diketahui oleh publik adalah Anda bisa tiba-tiba menerima uang entah darimana. Namun bila seseorang memiliki private key Anda, atau pin kartu ATM Anda, maka ia akan bisa memindahkan uang Anda kemanapun, termasuk ke rekening dia sendiri.

Aman atau tidaknya dompet Anda tergantung pada Anda sendiri. Pelajarilah bagaimana cara mengamankan dompet Anda sejak dini karena berbeda dengan akun Facebook yang hanya berisi informasi pribadi, dompet Bitcoin Anda bisa bernilai ratusan ribu sampai milyaran Rupiah. Sangat disayangkan bila diambil alih oleh orang lain, bukan?

Apakah Anda sudah semakin paham dengan Bitcoin? Terus pantau blog kami untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi terbaru terkait dunia Bitcoin dan Blockchain!

 

 

Written by Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager of Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.