Home / Tutorial  / Bitcoin is BETTER than gold: PART I

Bitcoin is BETTER than gold: PART I

Selamat datang di Tutorial Bitcoin! Melanjutkan diskusi kita di artikel sebelumnya yang berjudul “Bitcoin VS Emas: Mana yang lebih baik?”, sekarang kita akan membahas alasan-alasan yang menyebabkan mengapa Bitcoin itu sebenarnya lebih baik dari emas.

Alat pembayaran ketika berbelanja online/offline

Apakah Anda bisa membeli tiket pesawat di bandara menggunakan sebongkah emas di tangan Anda? Apakah Anda bisa membeli tiket konser secara online menggunakan emas? Saya rasa tidak. Namun dengan Bitcoin, Anda bisa berbelanja dengan cara yang jauh lebih mudah bahkan bila dibandingkan dengan kartu kredit. Tidak percaya?

Dengan Bitcoin, Anda dapat berbelanja tanpa dikenakan fee apapun. Pengiriman menggunakan Bitcoin, sekali lagi, hanya dikenakan miner fee yang besarnya 0.0001 – 0.0005 BTC per transaksi (yang hanya bernilai sekitar tiga ribu rupiah). Hal ini tentunya sangat berbeda dengan pembayaran menggunakan kartu kredit yang dikenakan biaya sebesar 2,5-3% per transaksi.

Bitcoin tidak mengharuskan Anda memasukkan informasi pribadi apapun ketika berbelanja. Bahkan sebenarnya Anda tidak perlu memberikan informasi apapun ketika bertransaksi dengan Bitcoin, namun kebanyakan merchant meminta nama, nomor handphone dan e-mail Anda agar mereka bisa menghubungi Anda bila diperlukan. Pembayaran menggunakan Bitcoin hanya perlu smartphone dan koneksi internet saja. Scan QR Code merchant dan kirimkan Bitcoin Anda. Transaksi selesai dan dikonfirmasi secara otomatis oleh jaringan Blockchain.

Dengan Bitcoin, Anda dapat terhindar dari masalah perbedaan kurs negara tempat Anda berbelanja. Berhubung Bitcoin berlaku hampir di seluruh negara, Anda dapat mudahnya berbelanja di luar negeri tanpa perlu bingung mengubah Rupiah Anda menjadi mata uang negara tersebut. Hebatnya lagi, kadang harga Bitcoin di luar negeri berada lebih tinggi daripada Indonesia, sehingga Bitcoin Anda bernilai lebih besar ketika dibelanjakan di negara lain.

Ditambang secara otomatis

Bila selama ini emas ditambang menggunakan peralatan besi khusus dimana Anda harus menguras energi Anda untuk mendapatkan secuil emas, Bitcoin ditambang secara otomatis menggunakan komputer Anda. Anda tidak perlu turun ke lapangan, tidak perlu bermandi keringat, bahkan Anda tidak perlu melakukan apa-apa! Cukup nyalakan komputer Anda, jalankan program mining Bitcoin, dan biarkan komputer Anda menambang transaksi Bitcoin dengan sendirinya. Mudah bukan?

Bila Anda melakukannya pada tahun 2008 ketika Bitcoin baru pertama kali muncul, jawabannya ya, sangat mudah. Dengan komputer biasa saja, Anda dapat menambang hingga 100 Bitcoin per harinya. Namun seiring berjalannya waktu, orang yang menambang Bitcoin jumlahnya semakin banyak, sedangkan supply Bitcoin semakin menipis. Bitcoin telah diatur sedemikian rupa oleh sistem dimana hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang bisa ditambang.

Tahun 2008 lalu, para miners bisa menambang 50 Bitcoin dari sistem setiap 10 menit sekali. 4 tahun kemudian, muncul Bitcoin Halving Day yang pertama dimana Bitcoin yang seharusnya dapat ditambang sebanyak 50 BTC per 10 menit, kini hanya bisa ditambang 25 BTC tiap 10 menit. Kasus ini akan terulang lagi pada 4 tahun berikutnya, yaitu tahun 2016, dimana jumlah Bitcoin yang dapat ditambang akan dikurangi setengahnya kembali menjadi 12,5 BTC per 10 menit. Jumlah Bitcoin yang tercetak akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu, sampai pada akhirnya tidak tercetak sama sekali di tahun 2140.

Apakah proses halving ini akan berpengaruh pada harga Bitcoin? Kemungkinan besar, ya. Harga Bitcoin murni diatur oleh supply dan demand. Ketika tingkat permintaan tinggi, dan jumlah Bitcoin yang bisa ditambang perharinya semakin sedikit, apa yang akan terjadi? Harga Bitcoin akan meningkat secara signifikan. Namun semuanya kembali lagi ke supply dan demand. Bila saat harga Bitcoin sedang meningkat drastis berkat Bitcoin Halving Day, terdapat banyak orang yang berusaha mencari profit dari sana, bisa jadi mereka akan menjual bitcoinnya dalam jumlah besar dan mengakibatkan harganya turun.

Bitcoin dapat dipecah dan ditransaksikan dalam volume yang kecil

Emas tidak bisa Anda bagi menjadi bongkahan kecil tanpa mesin khusus, tapi Bitcoin dapat Anda pecah dalam transaksi dibawah 100 rupiah semudah membalik telapak tangan Anda. Anggap harga Bitcoin hari ini 7 juta rupiah per Bitcoin, dan Anda ingin membeli sebuah minuman seharga Rp 55.555. Bitcoin dapat membayar minuman itu dalam jumlah persis yang ditagihkan tanpa perlu repot dengan kembalian atau pembulatan harga.

Bitcoin dapat dipecah hingga 8 angka desimal, dengan satuan terkecil bernama Satoshi. 1 Satoshi bernilai sama dengan 0,00000001 BTC. Bila nanti suatu hari harga 1 Bitcoin mencapai 100 juta Rupiah, Anda tidak perlu bingung untuk membeli atau membelanjakan Bitcoin dalam jumlah kecil.

Bitcoin tidak mengalami inflasi dan tidak dipolitisasi

Karena tidak diatur oleh pemerintah, perusahaan, atau pihak manapun, Bitcoin anti-inflasi dan tidak dipolitisasi. Teknologi yang bergerak dibelakang Bitcoin berjalan di atas sistem yang peer-to-peer dan tidak ada campur tangan manusia didalamnya. Jadi secara singkat, Bitcoin tidak akan mengalami kasus human error dan server down. Suplai Bitcoin tidak akan bisa ditambah oleh pihak manapun tanpa persetujuan mayoritas pengguna Bitcoin, sehingga inflasi dapat dihindari.

Berhubung Bitcoin berjalan tanpa bantuan pihak ketiga, Bitcoin tidak bisa dipolitisasi atau dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk mengambil hak Anda. Mungkin Anda belum menyadari betapa besar risiko yang Anda hadapi ketika menyimpan harta benda Anda di pihak ketiga, tapi bayangkanlah seperti ini: Anda memiliki seorang teman bernama Anwar dan Anda yakin bahwa Anwar adalah seseorang yang dapat dipercaya melihat kalian berdua telah berteman sejak lama. Suatu hari, keluarga Anda yang berada di luar negeri sedang membutuhkan uang sebesar 50 juta dan mereka membutuhkan dananya sesegera mungkin. Anwar memiliki perusahaan yang kebetulan bisa membantu Anda mengirimkan uang antarnegara dalam waktu kurang dari 12 jam. Tanpa pikir panjang, Anda memberikan uang 50 juta ke Anwar lalu diam menunggu kabar dari keluarga Anda bahwa uang telah diterima. 12 jam kemudian, keluarga Anda menelpon dan menyatakan bahwa uang belum diterima. Anda menelepon Anwar untuk mendapatkan kepastian namun dia tidak bisa dihubungi. Anwar menghilang begitu saja, seakan ditelan bumi, bersamaan dengan uang 50 juta Anda.

Kasus diatas sangat sering terjadi, dan Anwar disini tidak harus seorang individual yang berniat buruk. Bisa saja dia adalah sebuah perusahaan yang tidak memiliki pilihan lain selain membawa kabur uang Anda karena sudah berada diambang kebangkrutan. Atau mungkin juga Anwar adalah suatu pihak berkedok perusahaan investasi yang memang sejak awal sudah berniat untuk menipu membernya dengan skema ponzi. Bukankah lebih aman bila Anda memiliki sebuah apel dan ingin diberikan ke teman Anda, apel itu langsung Anda berikan langsung kepadanya supaya tidak dimakan oleh Anwar?

Yang terjadi di Bitcoin persis seperti itu. Ketika Anda mengirimkan 1 BTC ke teman Anda, yang terjadi adalah Anda benar-benar mengirimkan 1 BTC tersebut ke teman Anda tanpa perantara. Lalu bagaimana bila teman Anda curang dan mengatakan bahwa ia belum menerima 1 BTC dari Anda walaupun Anda yakin betul bahwa Anda telah mengirimkannya? Tenang saja, ada ratusan juta komputer di dunia yang memverifikasi transaksi pengiriman uang Anda dan mereka akan membuktikan bahwa Bitcoin Anda benar-benar telah terkirim ke teman Anda. Transaksi ini tercatat di dalam sebuah buku besar yang transparan dan dapat dicek oleh siapapun termasuk Anda dan teman Anda.

Yang menarik dari sistem Bitcoin adalah teknologinya yang bersifat peer-to-peer dengan asas demokrasi yang sangat melekat erat di dalamnya. Bayangkanlah seperti ini: Anda merasa 21 juta Bitcoin itu terlalu sedikit untuk memenuhi permintaan para pengguna dan Anda ingin merubah sistemnya supaya akan ada 30 juta Bitcoin yang nantinya tercetak oleh sistem. Hal ini bisa dilakukan, namun Anda harus bisa meyakinkan setidaknya 51% dari seluruh pengguna Bitcoin di dunia (yang kini jumlahnya sudah mencapai puluhan juta orang) bahwa Bitcoin dengan suplai 30 juta BTC adalah langkah terbaik yang akan bermanfaat untuk semua pengguna. Bila mayoritas pengguna setuju, seperti ketika kita memungut suara dalam suatu diskusi, maka keputusan itu akan dijalankan dan suplai Bitcoin akan berjumlah 30 juta BTC sesuai keinginan Anda.

Transaksi Bitcoin bersifat terbuka, transparan, dan dapat dilacak

Semua transaksi Bitcoin sifatnya transparan dan dapat dicek oleh siapapun yang terhubung ke internet. Katakanlah Anda sudah memiliki dompet Bitcoin dan sempat melakukan transaksi beberapa kali, entah itu menerima Bitcoin atau mengirimkan Bitcoin ke teman/keluarga Anda. Bila transaksi pengiriman uang ini terjadi via transfer rekening bank, Anda harus pergi ke kantor cabang bank terdekat atau akses via online ke situs mereka untuk mendapatkan data mutasi keuangan Anda. Berhubung Bitcoin tidak diciptakan dan diatur oleh perusahaan atau lembaga perbankan apapun, seluruh transaksi Bitcoin dimunculkan secara live ke publik menggunakan teknologi blockchain ini.

Ada beberapa situs seperti blockchain.infoblockcypher.com atau blockr.io yang bisa memudahkan Anda mengecek status transaksi dan riwayat transaksi Anda. Tidak hanya transaksi milik Anda pribadi, Anda pun bisa melihat seluruh transaksi saya, atau bahkan transaksi Bill Gates dalam Bitcoin bila Anda tahu alamat yang ia gunakan. Cukup dengan memasukkan alamat Bitcoin (public address) Anda di kotak pencarian di blockchain.info, Anda dapat melihat seluruh transaksi Bitcoin yang pernah Anda lakukan—kapan Anda melakukannya, jumlah Bitcoin yang ditransaksikan, kepada siapa Anda mengirimkan Bitcoin dan darimana Anda menerima uang tersebut.

Teknologi Blockchain yang menjalankan Bitcoin merupakan sebuah buku besar yang berjalan otomatis, menggunakan kata sandi yang terenkripsi, dan menawarkan transparansi namun juga privasi kepada pengguna. Mengapa? Coba lihat gambar dibawah ini.

Apakah Anda melihat ada nama lengkap pengguna yang tertera disana? Semua transaksi yang pernah dilakukan sekaligus saldo Bitcoin yang ia miliki bisa kita lihat, namun kita tidak tahu siapa pemilik alamat Bitcoin tersebut bila si pemilik tidak memberitahukannya. Setiap pengguna Bitcoin sebenarnya bisa memilih apakah namanya ingin dimunculkan atau tidak, namun meskipun si pengguna ingin merahasiakan identitasnya, semua transaksinya tetap tercatat dan dapat dipantau oleh publik. Anda bisa melakukan transaksi tanpa memberikan identitas sama sekali demi menjaga privasi Anda dalam melakukan transaksi selama tidak ada pihak yang berusaha melakukan penyelidikan intensif terhadap transaksi Anda, karena transaksi pseudomin masih memungkinkan untuk dilacak apabila digunakan untuk kejahatan.

Inilah alasannya mengapa Bitcoin bisa menjadi salah satu metode terburuk untuk money laundering. Bila Anda menggunakan uang cash atau permata, Anda tidak mungkin bisa dilacak kecuali dimasukkan chip di dalamnya. Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan Bitcoin sama saja berhubung alamat Bitcoin tidak bisa selalu diketahui pemiliknya. Namun bila pihak kepolisian berhasil menemukan satu alamat saja, semua tindakan kriminal Anda akan terkuak dengan mudahnya.

Lembaga kepolisian Amerika Serikat, FBI, bahkan sedang berkolaborasi dengan The Blockchain Alliance, sekumpulan komunitas yang terdiri dari perusahaan-perusahaan dan institusi yang bergerak di dunia Blockchain dan cryptocurrency, untuk bersama-sama menggunakan Blockchain dalam melawan aksi kejahatan di dunia maya. Transparansi yang disediakan oleh teknologi Blockchain pun tidak hanya merambah di sektor finansial, namun juga ke area pendidikan, kesehatan dan sosial. Contoh nyatanya, perusahaan raksasa Sony kini mulai menggunakan Blockchain untuk menerbitkan sertifikat pendidikan dalam bentuk digital demi menghindari risiko tersebarnya ijazah palsu.

Masih ada lagi lho alasan mengapa Bitcoin itu lebih baik dari emas! Terus pantau blog kami untuk mendapatkan tutorial selanjutnya ya. See you soon, Bitcoiners!

 

 

 

 

 

Written by Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager of Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.