Home / Berita Indodax  / 7 Cara Gunakan Blockchain Untuk Pembangunan Internasional

7 Cara Gunakan Blockchain Untuk Pembangunan Internasional

Perusahaan startup Bangladesh SOLshare menawarkan layanan “swarm elektrifikasi” berbasis Blockchain, yang memungkinkan produsen solar menjual listrik tenaga surya ke pelanggan mereka.

Blockchain adalah teknologi yang menjadi pusat perhatian sektor pembangunan internasional. Sebelumnya Devex melaporkan bahwa potensi Blockchain bisa digunakan untuk mentransformasikan perkembangan dunia. Forum Ekonomi Dunia telah menyebut Blockchain sebagai “tren mega”. Kepala Inovasi Departemen Pengembangan Internasional Inggris, Tamara Giltsoff, menyebut Blockchain sebagai changer permainan teknologi berikutnya. Kini Departemen Luar Negeri Amerika Serikat giat mengeksplorasi aplikasi teknologi ini untuk pengembangan karya dan diplomasi internasional.

Melalui penelitian, konferensi, dan berbagai pertemuan, komunitas ini mencoba untuk mengidentifikasi di mana dan untuk apa aplikasi Blockchain diterapkan atau diujicobakan di negara-negara berkembang, dengan fokus pada aplikasi yang dapat menguntungkan orang dengan tingkat perekonomian rendah.

Berikut ini contoh Blockchain dapat digunakan di berbagai sektor:

  • Jasa keuangan

Sektor yang pergerakannya cepat adalah fintech, atau aplikasi layanan keuangan. Banyak fintech yang berdiri berkembang pesat. BitPesa adalah sistem pembayaran berbasis Blockchain yang berkantor pusat di Kenya. Perusahaan ini membidik target untuk pelaku bisnis agar mudah melakukan pembayaran kepada karyawan, distributor, dan pemasok.

Selain itu, Banqu menggunakan teknologi Blockchain di Indonesia untuk menawarkan layanan perbankan kepada pengungsi, orang-orang terlantar, dan orang-orang miskin. UCash, sebuah perusahaan yang berbasis di Kanada, menawarkan layanan perbankan Blockchain dan tradisional melalui perangkat lunak berbasis cloud yang dapat disesuaikan di India. Pengguna dapat membayar tagihan, cek tunai, mengirim pengiriman uang, perdagangan Bitcoin, atau mengesahkan transaksi.

  • Remittance

Dalam jagat Remittance atau pengiriman uang yang terus berkembang, CASHAA adalah layanan keuangan berbasis Blockchain yang membantu menyelesaikan transfer tunai secara mobile tanpa biaya. Pengirim uang tunai dapat memilih jumlah yang akan ditransfer dalam mata uang mereka dan jumlah yang akan diterima dalam mata uang penerima. CASHAA beta saat ini disiapkan untuk mengakomodasi pound Inggris, rupee India, naira Nigeria, dan rupiah Indonesia. Untuk menjalankan transfer, CASHAA menggunakan lebih dari 12.300 pedagang terdaftar, yang membeli dan menjual Bitcoin untuk membantu transaksi tunai.

  • Peer-to-peer perdagangan sumber energi

Sektor lain yang berkembang pesat adalah perdagangan sumber energi peer-to-peer, yang menawarkan kesempatan bagi orang berpenghasilan rendah agar bisa mengakses sumber energi dan memperdagangkannya. Startup Solar Azuri Technologies, Off-grid Electric, dan Mobisol memproduksi solusi panel surya murah untuk wilayah off-grid di pedesaan Afrika. Di Bangladesh, SOLshare menawarkan layanan “swarm electrification” berbasis Blockchain untuk memungkinkan produsen solar menjual listrik tenaga surya ke negara tetangga mereka. Jika pengguna membutuhkan listrik, mereka hanya perlu mengunduh bKash, jaringan mobile banking terbesar di negara itu, memberi kredit ke dompet seluler mereka, mengubah SOLBOX mereka menjadi “mode pembelian” dan kredit perdagangan untuk mendapatkan akses, bagi mereka yang ingin menjual listrik.

Australian Power Ledger juga menggunakan teknologi Blockchain yang memungkinkan individu menghasilkan energi terbaru, (yaitu atap photovoltaic arrays) untuk menjual listrik surplus ke negara tetangga mereka. Dengan sistem perdagangan peer-to-peer, pengguna listrik bisa menghemat keuangan mereka, dan pemilik properti memaksimalkan nilai investasi energi mereka.

  • Rantai pasokan

Rantai pasokan pertanian adalah sektor lain di mana Blockchain memiliki potensi besar. Bext360 memanfaatkan teknologi Blockchain untuk mengelola pembayaran di kios otomatis yang mengevaluasi produk, menegosiasikan harga, dan bisa melakukan transfer uang digital. Perusahaan melakukan pembayaran digital atau mobile langsung ke semua pemangku kepentingan dalam rantai pasokan, termasuk petani, masyarakat, bank dan pihak lainnya. Sistem mereka melacak barang hingga sampai ke tangan konsumen, memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi langsung dengan pemasok. Mesin pertama mereka akan diuji di California dan kemudian diluncurkan di Republik Demokratik Kongo dan Columbia.

Provenance, menggunakan Blockchain untuk memverifikasi asal makanan. Provenance sedang membuat sistem yang berfokus pada rantai pasokan tuna ASIA, salah satunya untuk memastikan tenaga kerja bebas perbudakan. Di bidang sertifikasi tanah, ada BenBen Blockchain, yang memungkinkan orang untuk mencari, mengelola, dan memverifikasi dokumen properti dan lahan seperti rencana lokasi dan hipotek. BenBen memiliki dua program yang berjalan di Accra, Ghana, dan berencana untuk memperluasnya ke Nigeria, Mozambik, dan Kolombia. Bitland berharap untuk membuat pendaftaran tanah digital yang universal, transparan, tidak berubah, dan menjembatani kesenjangan antara pemerintah dan daerah yang tidak berdokumen. Perusahaan saat ini menjalankan sistemnya di 28 komunitas di Kumasi, Ghana, dan bertujuan untuk memperluasnya di wilayah Afrika dalam rangka melatih masyarakat tentang teknologi Blockchain, hak atas tanah, dan pengurangan korupsi di sektor pertanahan.

  • Identitas

Tanggap Darurat Pengungsi Bitnation berfokus pada masalah identitas dan keuangan orang-orang terlantar dalam krisis pengungsi Eropa. Dengan mendaftar ke ID darurat Blockchain, para pengungsi dapat memiliki ID berafiliasi tetap dan non-pemerintah yang diverifikasi melalui hubungan mereka dengan teman dan keluarga. Bitnation juga menyediakan akses ke kartu debit Bitcoin, di mana donor dapat mendanai rekening bank pengungsi yang baru, yang memberikan hak bantuan kemanusiaan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.

Kemudian ada IDBox, yang dapat mendaftarkan identitas digital tanpa listrik, internet, atau ponsel pintar. IDBox dapat digunakan dalam keadaan darurat kemanusiaan, populasi jarak jauh, dan dapat memastikan transfer tunai mencapai penerima manfaat yang diinginkan. Abt Associates bekerja sama dengan Bank Sentral Papua Nugini dan pendiri IDBox, Julien Bouteloupe, untuk menjalankan uji coba penggunaannya di Papua Nugini.

  • Pelacakan

Startup Tech bekerjasama dengan pemerintah dan LSM untuk memperbaiki arus dan layanan transparansi dana kepada orang-orang yang kurang terlayani. Mereka telah menyelesaikan sebuah pilot Blockchain di Lebanon, memberikan voucher tunai digital kepada pengungsi Suriah untuk memungkinkan mereka membeli makanan dan persediaan lainnya yang sangat dibutuhkan. Startup lainnya adalah Disberse yang bertujuan untuk mengurangi masalah salah urus atau penyalahgunaan dana yang berpindah dari donor ke penerima. Disberse meluncurkan tiga program percontohan yang mengelola dana dengan solusi Blockchain mereka dalam pembayaran sekolah di Swaziland, sebuah inisiatif penggundulan hutan di Uganda, dan sebuah proyek energi surya di Filipina.

  • Penggalangan Dana

Fenomena penggalangan dana didorong oleh konvergensi sinergis teknologi Blockchain, pengusaha cerdas dan analis rahasia yang mendukung gagasan berbahan bakar Blockchain. Mereka mengumpulkan dana dengan menciptakan kripto-nya sendiri, seperti cryptocurrency.  Startup kini dapat menempatkan proyek mereka di bawah yayasan nirlaba dan mengumpulkan uang. Bukan hanya menghasilkan uang, namun juga bertumbuhnya modal yang signifikan.

Dengan penjualan token dan koin yang menghasilkan jutaan dolar, beberapa perusahaan fintech dan individu mengeksplorasi bagaimana penjualan token dapat menciptakan perubahan sosial. Kaum idealis melihat bahwa gerakan tersebut adalah tentang menciptakan masyarakat, menciptakan jaringan sosial atau pasar yang juga memberikan kesempatan bagi para dermawan untuk terlibat. Ini merupakan cara baru bisnis global, Blockchain-powered, dan inovatif yang dapat mengubah dunia menjadi lebih baik.

 

Source : devex.com

Written by : DuniaFintech