Home / Opini  / SILK ROAD: A Highway Lane for Bitcoin to Gain Fame

SILK ROAD: A Highway Lane for Bitcoin to Gain Fame

Selalu ada sisi baik dan buruk dalam semua sistem yang ada di dunia. Bitcoin merupakan sebuah inovasi canggih yang dapat merubah dunia finansial menjadi lebih praktis, aman, dan instan. Banyak kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh Bitcoin kepada publik, namun seperti uang pada umumnya, Bitcoin juga dapat disalahgunakan oleh pihak pengguna. Bitcoin dapat berubah menjadi sesuatu yang buruk bukan karena kesalahan dalam sistem atau protokolnya, melainkan pada kemampuan usernya yang tidak bisa dipercaya.

Setelah ‘hidup’ di dunia internet selama kurang lebih 930 hari, situs pasar gelap Silk Road resmi ditutup oleh badan kepolisian Amerika Serikat, FBI. Penggunaan Bitcoin dalam situs yang memfasilitasi penjualan senjata dan obat-obatan terlarang tersebut, sempat memberi pukulan keras kepada para pengguna Bitcoin sebelum akhirnya mata uang itu menjadi terkenal kembali dengan tingkat harga penjualan yang lebih tinggi.

Silk Road diciptakan oleh Ross William Ulbricht dan dapat diakses oleh publik sejak bulan Februari 2011. Situs ini menyediakan tempat dimana mereka dapat mencari barang-barang yang mereka inginkan secara anonimus dengan menggunakan software TOR. TOR adalah sebuah aplikasi atau sistem jaringan yang memastikan bahwa setiap pengguna internet dapat mengakses situs-situs tanpa diawasi oleh pihak ISP ataupun pihak-pihak yang berusaha mencari dan mendata identitas user tersebut melalui statistik traffic analysis. Dengan adanya software TOR, publik dapat mengakses situs jual-beli Silk Road tanpa dilacak oleh siapapun sehingga situs itu kerap dijadikan pasar narkoba atau perdagangan barang-barang illegal lainnya.

CEO situs Silk Road, Ross Ulbricht, ditangkap dengan tuduhan penyebaran narkoba, money laundering, dan computer hacking pada tanggal 2 Oktober 2013. Situs Silk Road secara resmi ditutup (namun tidak lama kemudian, muncul kembali dengan nama Silk Road 2.0), dan Ulbricht harus bertanggung jawab karena telah memfasilitasi perdagangan senjata dan narkoba dengan menggunakan Bitcoin yang identitas pemiliknya tidak bisa dilacak.

Silk Road menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran karena proses transaksinya yang menggunakan minimum fee dan alamat transaksi yang tidak menunjukkan identitas pengirim maupun yang dikirim. Kondisi tersebut mempermudah pihak pengguna untuk menjual beli obat-obatan terlarang tanpa harus takut dilacak keberadaannya. Kemunculan Bitcoin akhirnya menjadi berkaitan erat dengan kejahatan di dunia maya karena mudah untuk disalahgunakan.

Namun, kasus Silk Road ini juga menjadi titik perubahan yang menjelaskan mengapa Bitcoin menjadi sangat populer di dunia internasional. Investor terkenal, Tim Draper, berjuang keras dan berhasil memenangkan 30.000 Bitcoin yang disita dari hasil profit Silk Road di pelelangan. Beliau melihat Bitcoin sebagai alat investasi yang sangat baik dan berpotensi untuk berkembang sangat besar di masa depan. Dan melihat perkembangan Bitcoin yang melesat saat ini, Tim Draper bukanlah satu-satunya orang yang berpendapat seperti itu.

Apakah keberadaan Bitcoin meningkatkan kriminalitas di dunia maya? Ketika para pengguna Silk Road ditanyakan pendapatnya mengenai hal tersebut, mereka berkata tidak, karena sebelum ditemukan Bitcoin pun, mereka sudah melakukan perdagangan narkoba di situs-situs lain menggunakan alat pembayaran yang berbeda. Seperti internet, Bitcoin dapat memberikan manfaat yang besar pada publik dan bahkan bisa menjadi sebuah revolusi baru di dunia IT dan finansial, dan sebaliknya juga berpotensi untuk menjadi sumber kejahatan. Tetapi seperti kata Andreas M. Antonopoulos, Bitcoin memiliki kelebihan yang jauh lebih besar dari kekurangannya. Masyarakat hanya membutuhkan waktu untuk membiarkan Bitcoin melebur ke dalam cara pikir mereka, sehingga publik dapat mengerti lebih jauh dan bertanggung jawab penuh atas pemakaiannya.

By Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager, PT Bitcoin Indonesia

POST TAGS: